Metode Intervensi Individu (2 SKS)

Alangkah meruginya manusia yang tidak tersisa padanya bekas Ramadhan. Yang ia tahu hanya menahan lapar dan dahaga.

Padahal, Ramadhan lah bulan dimana kita jadi punya justifikasi untuk berubah, if you need one. Kau punya waktu 29-30 hari untuk membentuk suatu perilaku baru, suatu hal baik bagi dirimu.

Ramadhan menuntunmu untuk bangun untuk tahajjud dan sahur, makan sahur secukupnya, shalat Subuh berjama’ah, tadarus setiap hari, shalat di awal waktu, berbuka secukupnya, lalu tidur segera setelah ‘Isya dan tarawih sehingga kau cukup istirahat untuk bangun tahajjud.

Ramadhan mengajarkanmu untuk menahan amarah, bersabar, berbagi dengan sesama, menghindari bergosip dan menghabiskan waktu dengan hal tidak berfaedah lainnya.

Ramadhan menjadi momentum untuk puasa dari media sosial. Untuk hanya berkata baik dan benar. Untuk unfollow akun-akun yang membuat jempolmu tak tahan menyisir seluruh unggahannya.

Jangan tiba-tiba bulan penuh berkah ini lewat begitu saja. 



Mumpung Ramadhan masih di awalnya, yuk bikin target untuk dirimu.

Perilaku mana yang mau kau ubah di bulan yang diberkahi ini.

Kebiasaan apa yang ingin kau pupuk sehingga ia mengakar kuat dan terbawa hingga Ramadhan selesai.

Yuk jadi individu yang lebih baik.

Sehingga, Ramadhan kali ini bisa membuat kita jadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Ditulis di pinggir rest area KM 13,5, disela menahan diri untuk tidak kalap beli bukaan

3 Ramadhan 1438 H | 29 Mei 2017

Saleum,

XX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s