Menggunakan kapal Pompong, kami berkunjung ke pulau Penyengat, sekitar 20 menit perjalanan dari pulau Bintan. Dulu, pulau ini adalah ibukota Kerajaan Riau dan menjadi mahar ketika Sultan Mahmud menikahi Engku Putri Raja Hamidah binti Raja Haji Fisabilillah (so kewl!).

Kami pun berkeliling pulau menggunakan bentor yang desainnya menggemaskan :3. Beberapa diantara tempat-tempar yang kami kunjungi adalah:

1. Masjid putih telur. Masjid ini menggunakan putih telur sebagai campuran bahan bangunannya, sehingga memakan waktu yang cukup lama hingga selesai.

2. Makan Raja Ali Haji, salah satu pahlawan nasional di bidang sastra yang terkenal dengan Gurindam Dua Belas.

3.Balai Adat sebagai tempat berkumpul dan berkumpul masyarakat pulau Penyengat.

Sekali-kali seru juga wisata religi begini 😀 – at Pulau Penyengat

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s