Month: February 2016

Ha-TI (atau TI-su kak tisu, sometimes)

Hangat rasanya hari ini kembali duduk bersisian dengan mereka

Membagi tawa lepas yang lama terpendam
Membagi setitik air mata haru karena akhirnya kita disini, bersama

Kami pernah berjanji untuk berkumpul bersama
Walau janji hanya sebatas janji
Ternyata Ia mempertemukan kami dengan cara yang lebih indah
Ada setitik air mata bahagia yang kuseka di sana
Hai Gar,
Kamu yang kukenal tak lebih dan tak kurang sebagai seorang pencinta sastra. Kamu sang pemimpi yang akhirnya menjadi pemimpin. Kamu yang percaya bahwa aku bisa dan mampu. Kamu yang mengajariku banyak hal tentang hidup, tentang hal kecil dan hal besar yang ada di kehidupan, dan tentang menjadi manusia seutuhnya.

Hai Joh,
Kamu yang lebih sering jadi lawan duel otak maupun adu mulut. Kamu yang sungguhlah menyebalkan, tapi itu hanya caramu untuk mengajarkanku untuk menjadi individu yang lebih baik. Kamu yang memberikan contoh untuk memikirkan pihak lain dalam pengambilan keputusan.

Hai Ar,
Kamu yang mengajariku banyaaaaaaaaaak sekali. Sepertinya tanganku akan sangat lelah kalau semuanya kutuliskan haha. Kamu mengajariku apa itu hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Kamu yang mengajariku bahwa pengorbanan itu diperlukan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar lagi.

Hai Am,
Kamu yang mengajariku agar menjadi manusia tangguh. Kamu yang menamparku dengan kata halus bahwa ada dunia yang lebih besar di luar sana. Kamu yang mengajariku untuk bersyukur. Kamu yang menemaniku muraja’ah sambil melihat bintang. Seru ya? Ayo lagi!

Hai Tec,
Kamu yang mengajariku untuk selalu bersemangat. Kamu yang mengajariku bahwa di setiap diri individu, ada permata indah yang akan kau temui ketika kau mengenalnya dengan baik. Kamu mengajariku bahwa love is the act of giving, not the other way around.

Hai Norm,
Kamu yang mengajariku untuk totalitas dalam melakukan segala hal. Kamu menunjukkan padaku apa yang dapat dicapai oleh seseorang ketika ia terus dan terus belajar. Kamu yang mengajariku untuk menjadi orang yang tangguh, hati maupun jiwa.

Hai En,
Kamu mengajariku bahwa apapun yang terjadi, tersenyumlah. Kamu mengajariku bahwa memiliki batas kemampuan adalah hal yang manusiawi. Kamu yang mengajariku bahwa pengorbanan itu perlu, supaya diriku tetap sehat.

Hai ha-TIku
Terima kasih banyak atas pelajarannya
Terima kasih
Tetaplah seperti ini
Dan
Ayo kita melompat bersama! 🙂

Aku akan sangaaaat rindu

Advertisements

Happy birthday kembaran beda 5 tahun! Thank you for being a good sister #ea, my partner in crime, and basically my everything ♡

Met nungguin w pulang ke Aceh 😗 – with Nya’ Jeumpa Madani

View on Path

Night Rant

Rasa dalam hidup tak hanya berwujud masalah

Tapi dia yang datang tanpa disangka

Dan tetap disana

Entah sampai kapan

 

Hei kamu

Ayo kita lalui jalan ini

Entah bersama atau sendiri

 

Bersama atau sendiri

Selalu siap siaga, ya?

Berjaga-jaga

Siapa tahu aku akan membutuhkanmu

 

Tapi setelah itu

Tak perlu repot untuk pamit

Kau boleh pergi

 

Mengajari hati tak hanya lewat kata

Tapi juga bisa lewat tatap hangat dan senyum menyenangkan

Maupun kelakar bodoh disela tangis