Month: October 2014

4 Oktober 1994 – 4 Oktober 2014

Baca berita tentang Ayahnya sahabat lo yang meninggal, sambil dengerin Ayah baca Qur’an. Jadi akumulasi sedih dan merasa betapa ga berdayanya gue. Jadi pengingat bahwa sahabat lo kehilangan ayahnya tersayang dan elo masih punya ayah.

Gue anak yang se-faking good itu. Ibadahnya masih jauh dari rapi, masih banyak bangeeeeeeeeeeet dosanya, masih belum menjadi anak yang berbakti pokoknya. Dan apa yang gue kasih ke mereka, semua perbuatan yang gue lakukan ga akan pernah bisa gantiin apa yang mereka kasih. Ga akan.

Maafin Nyanya’ ya Bun, Yah. Maafin anak sulungnya ini yang seringnya ngerepotin dibanding bikin bahagia. Yang kadang tingkahnya mengecewakan. Maaf kalau belum bisa menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya, memberikan contoh agar adik-adiknya menjadi orang yang berguna. Maaf.

Nyanya masih jauh dari kata bersyukur punya kalian.

Punya Ayah yang sanggup dengerin celotehan anaknya tiap ketemu, yang jadi teman diskusi berbagai hal, yang ga pernah bilang enggak selama itu berarti memberikan yang terbaik buat anaknya. Yang dinas tiap minggu, capek, tapi semuanya supaya anaknya tetap bisa beraktifitas dengan baik. Maafin nyanya.

Punya bunda yang super. Yang sabar, yang ngelahirin nyanya, merawat nyanya yang jadi anak sulung, belajar jadi orang tua yang terbaik buat anak-anaknya yang sering ngambek, yang ga perhatian. Masih inget tahun lalu tiba-tiba bunda dateng di tanggal ini khusus buat ngerayain ultah nn. Makasih bun buat semuanya, maaf anaknya masih jauh dari kata anak yang berbakti.

Terima kasih sudah memberikan segala yang terbaik selama 20 tahun ini. Maaf seringnya nyusahin daripada ngebanggain. Terima kasih sudah menjadi orang tua terbaik yang pernah nyanya harapkan, panjang umur sehat selalu ya. Jangan sakit-sakit. Semoga usianya dan segala kegiatannya diberkahi Allah, Aaamiiin.

Dari dulu sering mikir, i’d rather die first before them bcz I don’t think I can bear it if you leave us first.

4 Oktober ini untuk kalian, selamat ulang tahun ayah dan bunda. Anaknya sudah besar sekarang. Mungkin beberapa tahun lagi akan meninggalkan rumah. Semoga nanti nn bisa seperti ayah dan bunda dalam mendidik anak-anaknya.

I love you two, for the Sake of Allah

(Jakarta, di perpindahan antara 3 dan 4 Oktober)

Your oldest daughter,

Nya’ Zata Amani

Ps: thank you for the name! You have no idea how much I love my name 🙂

Advertisements