Month: October 2013

Aku kehilangan kata-kata.

Advertisements

Rabu rasa coklat hangat yang lumer di lidah.

Hari ini cukup ajaib untukku. Tadi pagi bangun dengan muka dan mood yang paling baik sepanjang bulan ini. Bahkan, rasanya rasa bahagia pagi tadi ketika membuka mata jauh lebih menyenangkan, jauh lebih manis dibandingkan dengan 4 Oktober kemarin.

Bangun pagi di hari pertama Ujian Tengah Semester. Mata Kuliah pertama hari ini adalah Metode Wawancara. Mata Kuliah yang “teknis” sekali. Tapi, setelah dijalani, yah alhamdulillah tak sesulit yang kubayangkan. Semoga semuanya lancar hingga akhir Aamiin!

Keluar ruang ujian, bertemu dengan Mia dan Dara. Bertukar “senyum penuh arti”, lalu bertemu Icha. Dan dari sini keanehan diri ini terjadi.

Mulanya berawal ketika aku menulis di akun Twitterku, mengungkapkan keherananku karena banyaknya yang jadian di sekitarku. Lalu “kode” pun bertebaran, dan Icha hinggap di salah satu percakapanku dengan Rifqi. Aku tak akan menjelaskan padamu apa isinya :p intinya, Icha cukup penasaran hingga Icha akhirnya membobardirku dengan pertanyaan.

Dan akhirnya Icha tahu.
Reaksi pertama:
HAHAHAHAHAHA dunia ini berjalan dengan cara yang menurutku paling tak mungkin sekalipun.

Oh iya, tahu permen nano nano? Permen rasa manis-asam-asin? Hidupku rasanya seperti itu hari ini. Aku bahagia 🙂

Salam rasa Markisa,
Nyaza.

Hari ini, kupu-kupu.

Tolong jawab pertanyaan ini, kenapa jatuh cinta itu meyenangkan?

Pernah jatuh cinta? Sekecil apapun rasa itu, sesulit apapun untuk mengabaikannya, ia ada di sana.

Dan malam ini, para kupu-kupu memenuhi perutku yang sudah terisi sebagian dengan makan malam bersama kami hari ini. Muka ini menjadi lebih cepat memerah dari biasanya. Wah, aku bisa tersipu malu!

Kau yang memaksaku, dengan cara yang tak pernah aku pikirkan, untuk membenahi diri, memantaskan diri.

Terima kasih!

Seseorang, yang sibuk menenangkan para kupu-kupu yang bersorak riuh rendah,
Nyaza.