on believing

Sometimes, I think people don’t see the real me. When they said that I am good at certain things. Or I can do this and that.

But in the other hand, I think it’s just me who don’t know my potential or don’t believe in things I can do

But people won’t say anything unless they know you, they can see what are you doing.

What to do
What to do
What to do

Merasa

Rasanya, baru kemarin

Rupanya, sudah berbulan

Rasanya, ‘itu bulan lalu kan?’

Rupanya, bahkan roti yang kau beli kemarin masih utuh di lemari es

Rasanya, masih lama

Rupanya, tiba-tiba ia sudah disini

 

Waktu itu untuk dirasa

Agar bisa melihat rupa

 

Menggunakan kapal Pompong, kami berkunjung ke pulau Penyengat, sekitar 20 menit perjalanan dari pulau Bintan. Dulu, pulau ini adalah ibukota Kerajaan Riau dan menjadi mahar ketika Sultan Mahmud menikahi Engku Putri Raja Hamidah binti Raja Haji Fisabilillah (so kewl!).

Kami pun berkeliling pulau menggunakan bentor yang desainnya menggemaskan :3. Beberapa diantara tempat-tempar yang kami kunjungi adalah:

1. Masjid putih telur. Masjid ini menggunakan putih telur sebagai campuran bahan bangunannya, sehingga memakan waktu yang cukup lama hingga selesai.

2. Makan Raja Ali Haji, salah satu pahlawan nasional di bidang sastra yang terkenal dengan Gurindam Dua Belas.

3.Balai Adat sebagai tempat berkumpul dan berkumpul masyarakat pulau Penyengat.

Sekali-kali seru juga wisata religi begini 😀 – at Pulau Penyengat

View on Path

Lulus nih?

Kelulusan sejatinya adalah sebuah proses pelepasan, sebuah proses kehilangan.

Lulus berarti kehilangan tempat nyaman bernama kampus Psikologi UI tercinta, yang selalu berhasil menawarkan ketenangan ditengah hiruk pikuk tugas dan rapat yang saling berkejaran tanpa henti.

Lulus berarti kehilangan kesempatan untuk bertatap muka dengan para pengajar yang sungguh tulus memberikan kami pengetahuan, baik yang kami terima dengan baik maupun tidak.

Lulus berarti kehilangan kesempatan untuk bertemu teman-teman yang selalu menawarkan sapaan, senyuman, maupun pelukan hangat.

Tapi

Lulus juga merupakan seremoni, sebagai titik tertinggi dari pencapaian seorang mahasiswa S1.

Lulus juga merupakan titik nadir dari proses yang akan dilalui berikutnya. Entah itu menerapkan ilmu yang sudah didapatkan, memuaskan dahaga akan ilmu pengetahuan, atau proses pengembaraan mencari tujuan hidup.

Proses pelepasan ini sebaiknya juga dihinggapi dengan rasa syukur. Karena sebagai individu, tak mungkin rasanya mencapai titik ini tanpa bantuan banyak orang. Dimulai dari do’a orang tuamu di tengah malam, teman mengerjakan tugas, teman cabut kuliah, teman cerita, teman makan, dan berbagai jenis teman lainnya. Juga dengan bantuan teman hidup 😃

Sehingga, proses kelulusan ini seyogyanya tidak hanya dihinggapi dengan perasaan sedih karena kehilangan tempat yang nyaman, perasaan bahagia karena akhirnya mampu mencapai gelar baru, tapi juga perasaan tertantang dan bersemangat karena akan segera melalui tantangan hidup berikutnya.

Selamat lulus, teman-temanku tersayang! Siap berlari untuk tantangan berikutnya? 😀

Separation Blues

It’s a humanly thing to feel this way. We were born with it. Those crying when you were baby because momma is away from your sight. Those first school day. And the most important thing, as a human being, is to acknowledge this feeling. The process of acknowledging this feeling would make it easier for us to face and adapt to it.

Is the time is near for me? We shall see.

The Conundrum Journal

Being the first kid in the family, I had been used to being the one who left. The one who is being dropped off, sent off, and called in from miles away.

My first departure from home took place way back when I was only 14—it was my first night at the boarding school. I cried myself to sleep; wanting the separation to be over the next morning, but of course it didn’t. I remembered feeling devastated. The darkness made it impossible to think about anything else than the comfortable place where everyone I loved were, where I could sleep with the lights on.

I remembered missing the familiar texture of my bed. I didn’t know then, but I know now that I cried for selfish reasons.

Good for me, I figured out soon that the distance between Tangerang Selatan and Bogor was less than two hours. I figured…

View original post 930 more words

Congraduation, Fira!

Hai Fir,

Tulisan ini ditulis menjelang tidur tapi ga ketiduran.

Antara terlalu terharu melihat dirimu sidang atau kebanyakan gula.

Pertama kali kenal Cut Maghfirah Faisal di panggung debat. Tiap liat di meja opposite team ada Fira, Nunug, dan Pocut, I knew I had to push my limit, to argue better, to be more critical (thus have better rebuttals). Sejak saat itu menjadikan Fira sebagai patokan ketika latihan debat, pokoknya harus sekeren Fira. Termasuk pake buku besar (if you know what I mean, LOL). Memori tentang debat ini semua sesi latihan sampe ke Mosa (dan latihan di labkom) dan nontonin kalian seleksi NSDC di gedung dekat Percontohan. Sampai ikutan histeris bahagia waktu kalian juara 1 NSDC <3.

Jalan hidup kita bertemu lagi di seleksi AFS, terutama waktu outbound. Tapi yang paling mengejutkan adalah waktu tahu Fira ngedrop program ke Jepang karena mau fokus ke debat. I still remember that day clearly, SSG 2011, Alfi told me in front of our debate room and I was like “masa ditolak sih, semua orang pengen”. Trus Fira cuma nyengir :”D

Jalan hidup kita bertemu lagi di Psikologi. Ketika tahu Nyanya’ lulus di Psikologi UI, Fira adalah orang pertama yang menghubungi Nyanya’ (lewat message di FB) untuk ngasih selamat, invite ke grup angkatan, dan ngasih tau akun-akun apa aja yang harus di-follow (OKK, angkatan, BEM, you named it).

Dan sejak hari itu, Fira menjadi inspirasi buat Nyanya’.

Menjadi inspirasi untuk menjadi mahasiswa baru yang ga takut. Menjadi mahasiswa yang ga harus fokus di akademik tapi juga ikut organisasi (hingga akhirnya Nyanya’ memutuskan untuk nge-BEM di tahun kedua, sedikit banyak dipengaruhi oleh keputusan Fira untuk nge-BEM di tahun pertama). Menjadi mahasiswa yang terus belajar. Menjadi mahasiswa yang bisa di segala hal. Menjadi mahasiswa yang…..ah sampai ga inget Fir. Banyaaaaaak banget pengaruh dari kehadiran Fira ke hidup Nyanya’.

Dan yang paling diingat, adalah pesanmu di Wall of Fame. Thank you for pointing out something that no one realize.

And today, here you are.

55461.jpg

And I am beyond proud and happy and blessed to know, to be a friend, of someone as kind-hearted as you.

Congratulation, Cut Maghfirah Faisal, S. Psi. Thank you for your inspiration.

 

Salam,

Fansnya Ikam ❤